iUpdate:   [Tumblr]  [Xperimnt]  [Facebook]  [Last.Fm]  [Twitter]  [Moblog]  [Card.ly]  [rakITconsulting] 

Do You Dare?

I know. God balances the whole universe with His own unique way.

I know. He created black and white, as well as man and woman. Positive and negative. {Macs & PCs :) }. Even particle, has anti-particle.

I know, if we go Newtonian, using the same weight in both sides would result in a balanced equation.

Null.

Does that mean every balancing effort should/would result in a zero equation to satisfy the law? How can we apply the law to our life? Or even before we asked ourself such question, does the law itself applicable to life? If it does, then what is life? I always believed that life is not only a bunch of cells interconnected by neurons with physics, life is way more complicated and more valuable than just mere definitions.

Happiness and Sadness.

If the Newtonian is applicable to life, I don’t think life would even exist. To my believe, life is balanced. Well, at least that’s how I see life. One simple argument is that happiness and sadness would never be balanced using this equation, no matter how we weighted the variable. The fact is, happiness does exist as a counterpart of sadness, and the balance of life is not created by opposing those values face to face. My point is, I don’t think a balanced life could be reached by using Newtonian on happiness and sadness. A balanced life is not created by subtracting happiness by sadness. Because if that so, then life would be meaningless from the start.

Happiness and sadness will always be there, where it belongs. No matter how you chase happiness, sadness will eventually come too. So, what’s more important is how we manage to perceive both in creating a balanced life.



Do you dare, losing away all your happy feeling but losing your sad feeling at the same time?

*I stop. I’m losing my mood. Yet, I still have so many things in my mind, running here and there, unwritten*

**I’m sorry, I wrote this at work, a don’t-try-this-at-work material**

Peace. Out.

Indah Langit Senja, Segar Rintik Hujan Sore.

Aku iri kepada para penulis itu.

Ya, para penulis itu, mereka yang mampu merangkai kata dan rasa dengan indahnya. Mereka yang menulis tentang indahnya langit senja, segarnya rintik hujan di sore hari, harumnya bau tanah basah dan ilalang serta tenangnya batin mereka saat berada di hamparan pengharapan. Mereka yang sanggup mengurai indahnya warna kuning bunga matahari, mengulang rangkaian pelangi, menggapai birunya bintang di langit selatan dan hijaunya rumput di savana yang kuangan. Mereka yang menggambarkan eloknya suasana perbukitan, ngarai yang berkelok, lembutnya awan, dan kuatnya hembusan angin kehidupan.

Bahkan sepinya malam selalu menjadi inspirasi.

Kasih berpadu menjadi tema.

Cita-cita menjadi pembakar gerak jiwa.

Aku hanya terlarut nikmat dalam kisah dan karya mereka. Aku iri pada HAMKA, Chairil Anwar, Taufik Ismail. Aku iri pada ribuan penulis sebelum dan sesudah jaman mereka.


Percikan dari bagian kontemplasi yang kuputuskan untuk kutulis. Sisanya, biarlah mengendap pada gudang arsip pikiranku. (30 Ramadhan 1429H)

Eid Mubarak! Mohon Maaf Lahir dan Batin

Peace. Out.

To Love And To Be Loved

Kebutuhanku untuk menulis, kurang lebih sama dengan kebutuhanku untuk membaca. Ya, mungkin pernyataan yang terlalu berlebihan, karena pada kenyataannya jumlah teks yang kutulis tentu saja tidak sebanyak yang kubaca.

Kebutuhanku untuk didengar kurang lebih sama dengan kebutuhanku untuk mendengar. Lagi-lagi pernyataan yang bisa jadi keliru karena pada kenyataannya aku tidak banyak mendengarkan orang lain seperti aku ingin didengar.

Kebutuhanku untuk dicinta, kurang lebih sama dengan kebutuhanku untuk mencinta agar bahagia. Kali ini, aku yakin benar bahwa ini adalah pernyataan yang tepat untukku. Dulu aku berpikir kalau aku bisa bahagia hanya dengan mencintai seseorang tanpa mengharap apapun sebagai balasnya. Cukuplah aku yang mencinta, tanpa perlu sedikitpun dia yang kucinta membalasnya. Bahkan dia yang kucinta tidak perlu tahu aku mencintainya. Tapi setelah apa yang kualami, setelah ribuan rangkaian proses berpikir kulalui, aku mengaku salah. Agar aku bahagia maka aku harus dicinta, sebesar aku mampu mencinta.

Adalah kata-kata sederhana yang memberiku kemantapan pikiran kali ini: karena aku manusia. Ya, karena aku bukan malaikat, karena aku bukan manusia suci, karena aku bukan pujangga nan romantis dari abad pertengahan. Tapi karena aku adalah seorang manusia biasa. Yang secara lahiriah merupakan makhluk yang lemah, tapi bisa kuat karena mencinta, dan dicinta.

Disclaimer: Tulisan ini adalah opini pada ruang publik yang diilhami dan menjadi kesimpulan dari ribuan rangkaian proses berpikir. Proses ini masih berjalan, sehingga opini bisa berubah sewaktu-waktu apabila melewati ribuan -atau bahkan kurang- proses berpikir lainnya. Proses berpikir *sangat* dipengaruhi oleh banyak sekali variabel, misalnya kondisi cuaca, kemacetan lalu lintas pada hari itu, kondisi penerangan tempat menulis, harga elpiji, jumlah cangkir kopi yang diminum, jumlah remah roti yang berceceran pada karpet *penting ya, dasar jorok!*, dan sebagainya. Simply take nothing on the internet too seriously! :p

Peace. Out.

The Lonely Star

Do you see what I see?
Do you feel what I feel?
Do you think what I think?

I see a lonely bright star at the sky..
I feel a breezy cold wind at night..
I think of you now, and every time..

The star reminds me of you..
The night reminds me of you..
Everything reminds me of you..

Peace. Out.

A Dream

It was almost dark, and cold. But I felt happy, maybe because true happiness never depends on time or weather..
I looked at her and waved my hand from the side road. She was standing and giving her beautiful smile at me through the window just inside the balcony as I walked away.
I could see the plants she kept near the window, green leaves and red flowers with dim-lighted room as the background..

The scene repeated over and over inside my mind, day and night.. Sleep and awake.. Is it a dream? Or just a memory that will never go away..

Peace. Out.

Just a blog of an ordinary man living an extraordinary life. This blog also serves as a playground to tinker with web related stuffs. Any comments or ideas are always welcome. Handcrafted using xhtml, css, Firefox and Wordpress.